KAJIAN SENYAWA FLAVONOID DAUN SALAM (Syzygium polyanthum) DENGAN METODE DAN LAMA PENYIMPANAN

Detail Cantuman

Skripsi

KAJIAN SENYAWA FLAVONOID DAUN SALAM (Syzygium polyanthum) DENGAN METODE DAN LAMA PENYIMPANAN

XML

KAJIAN SENYAWA FLAVONOID DAUN SALAM (Syzygium polyanthum)
DENGAN METODE DAN LAMA PENYIMPANAN
Oleh:
Andi Kurniawan
INTISARI
Daun salam (Syzygium polyanthum) merupakan daun dari tanaman salam gunakan
sebagai rempah pengharum masakan. Daun salam terutama di gunakan sebagai rempah
pengharum masakan di sejumlah negara di Asia Tenggara, baik untuk masakan ikan, daging,
sayur mayur, maupun nasi. Daun ini di campurkan dalam keadaan utuh, kering maupun segar,
dan di masak hingga makanan tersebut matang. Rempah ini memberikan aroma herbal yang
khas namun tidak keras. Salah satu kandungan dalam daun salam adalah flavonoid yang
mengandung anti oksidan sehingga perlu dulakukan penyimpanan daun salam dengan metode
dan lama penyimpanan yang efektif untuk mengetahui kandungan flavonoid dengan metode
terbaik saat melakukan penyimpanan serta perlu diperhatikan saat melakukan penyimpanan
bahan pangan.
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui kandungan flavonoid pada daun
salam yang di simpan pada suhu ruang dengan metode dan lama penyimpanan dengan kontrol,
air ml,dan tissue dapur. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga factor perlakuan dan dua kali ulangan. Data hasil
di analisis dengan Software Microsoft Excel dan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan
menggunkan program aplikasi SPSS (Statistical Product and Service Solutions).
Dari penelitian yang telah dilkukan mulau dari hari ketiga, keenam, kesembilan dapat
hasil bahwa adanya pengagaruh kemasan dan lama penyimpanan terhadap kandungan
flavonoid daun salam, Dimana metode toples + kontrol, toples + air 450 ml, toples + tissue
dapur pada hari ketiga, keenam mengalami penurunan kandungan flavonoid yang lambat
berbeda dengan hari kesembilan yang mengalami penuruna yang signifikan. Penyimpanan
daun salam di rekomendasikan dengan metode toples + kontrol karena mengalami penurunan
kandungan flavonoid yang lambat di bandingkan dengan metode lainnya, Lambatnya turun
kandungan flavonoid dengan metode toples + kontrol dikarnakan kemasan yang ditutup rapat
dan kedap udara berbeda dengan metode toples + air 450 ml dan toples + tissue dapur
penabahan air dan tissue pada media mempercepat menurunnya kandungan flavonoid selama
penyimpanan, sehingga penyimpanan daun salam dapat di sarankan dengan metode toples +
kontrol.
Kata Kunci : Daun salam, Flavonoid, Metode Dan Lama Penyimpanan


Detail Information

Item Type
FAKULTAS TEKNIK PERTANIAN
Penulis
Andi Kurniawan - Personal Name
Student ID
20180112075
Dosen Pembimbing
Penguji
Ir. IRMA LAXIANA, M.P - - Ketua Penguji
Kode Prodi PDDIKTI
Edisi
Published
Departement
PRODI TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN
Kontributor
Bahasa
Indonesia
Penerbit INSTITUT PERTANIAN INTAN : YOGYAKARTA.,
Edisi
Published
Subyek
No Panggil
Copyright
Penulis
Doi

Lampiran Berkas

LOADING LIST...



Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnya  XML Detail